Menteri
Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir
Effendy menyatakan bahwa PON Aceh-Sumut 2024 sebagai kado istimewa untuk
Presiden Jokowi. "Kado istimewa kepada Bapak Presiden Jokowi
yang akan mengakhiri masa jabatannya di tahun 2024 ini," kata Muhadjir
Effendy, di Banda Aceh, Rabu.
Pernyataan
itu disampaikan Muhadjir Effendy usai meninjau progres pembangunan venue PON di
komplek Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh bersama Pj Gubernur Aceh dan Ketua
Umum KONI Pusat, di Banda Aceh. Karena menjadi salah satu kado istimewa untuk
Presiden Jokowi. Maka jadwal pelaksanaan event olahraga terbesar di Indonesia
itu sengaja didesain terlaksana pada September 2024.
Setelah
meninjau, Muhadjir menilai progres pembangunan venue PON terutama untuk arena
pembukaan berjalan standar. Artinya, tidak terlalu cepat dan juga lambat.
Namun,
dirinya berharap proses pembangunan ini lebih ditingkatkan kembali, supaya
target dari sebelumnya selesai akhir Juli, harus dipercepat sampai pertengahan
Juli. "Timeline-nya
ini perlu dipercepat, karena ada kunjungan dari daerah untuk uji coba,
pengecekan venue, dan persiapan pembukaan," ujarnya.
Selain
itu, dirinya juga meminta struktur bangunan harus dimaksimalkan, mulai dari
kualitas besinya, dan material dan lainnya. Maka, perlu segera adanya
penambahan tenaga kerja. Dalam kesempatan ini, dirinya juga meyakini pengerjaan
arena PON berjalan baik karena dimulai dari top menejer hingga yang paling
bawah semuanya dikerjakan oleh anak muda. "Untuk perkembangan sekarang
sudah bagus dan imbang antara Aceh dengan Medan, tidak ada kota yang
diprioritaskan, semuanya sama," katanya.
Ia
menambahkan, untuk kemeriahan PON nantinya sangat tergantung pada antusiasme
masyarakat Aceh, Gubernur dan pejabat. Setidaknya kemeriahan di Aceh sama
seperti PON sebelumnya. "Tapi saya yakin akan lebih
meriah di tahun ini, dikarenakan sumber daya manusia dan mobilisasi penonton
jauh lebih banyak dari PON sebelumnya," demikian Muhadjir Effendy.
