Presiden RI Joko Widodo memimpin rapat terbatas
(ratas) yang membahas mengenai tindak lanjut kesiapan lahan dan investasi di
Ibu Kota Nusantara (IKN). “Tadi ada rapat internal yang dipimpin oleh Bapak
Presiden dan Wakil Presiden tentang percepatan lahan, penyediaan lahan untuk
investasi di IKN,” ungkap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
Basuki Hadimuljono, dalam keterangan pers usai menghadiri ratas.
Dalam rapat, ungkap Basuki, Presiden menegaskan komitmen pemerintah
untuk menjadikan IKN sebagai model transformasi bekerja dan mempercepat
penyediaan lahan untuk investasi. Pembangunan IKN ditargetkan tidak hanya
sekadar memindahkan ibu kota, melainkan juga sebagai contoh transformasi
bekerja yang efisien dan cepat serta contoh bagi pemerintah daerah lainnya.
“Beliau menyampaikan bahwa pembangunan di IKN ini
akan menjadi contoh, sekali lagi, bukan hanya memindahkan ibu kota tetapi
contoh transformasi bekerja yang lebih cepat. Jadi kami, terutama dari Otorita,
diminta untuk bekerjanya memang bisa menjadi contoh bagi pemda-pemda
se-Indonesia nantinya,” ujarnya.
Terkait percepatan lahan untuk investasi, Presiden
memberikan arahan untuk memperjelas dan mempercepat status lahan, terutama
dalam pembebasan lahan untuk pembangunan infrastruktur dan penyediaan lahan
untuk investasi. “Jangan sampai malah Otorita ini terbawa sistem langgam
birokrasi yang berbelit-belit dan lambat,” tegas Basuki.
Selain itu, Presiden juga memerintahkan agar disediakan fasilitas
atau desk khusus
untuk melayani pengaduan investor serta ditunjuk penanggung jawab atau person-in-charge (PIC)
untuk berkomunikasi secara intens dengan para investor. “Jadi apakah satu PIC
untuk satu investor atau satu PIC untuk lima investor, atau satu PIC untuk
sepuluh investor. Sehingga, investor itu bisa komunikasi intens dengan pejabat
IKN itu yang namanya PIC itu,” kata Menteri PUPR.
Mengenai progres pembangunan, diungkapkan Menteri PUPR bahwa
infrastruktur dasar seperti air bersih dan jalan tol ditargetkan rampung pada
pertengahan 2024. Jika infrastruktur pendukung sudah siap, Basuki menjelaskan,
Presiden Jokowi berencana mulai berkantor di IKN. “Jadi utama air dan airport dan itu akan
insyaallah itu Juli sudah siap. Makanya nanti 17 Agustus-an insyaallah bisa
dilakukan di sana dan beliau akan berkantor di sana,” ungkap Basuki.
