Menteri
Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengimbau para pelaku
industri tekstil termasuk buruh tekstil, untuk tidak perlu risau terhadap
rencana pemerintah mengembangkan industri microchips yang
dikhawatirkan dapat menggusur industri tekstil. “Jangan khawatir karena pengembangan industri chip itu
makan waktu,” ucap Airlangga Hartarto
Ia
justru meminta para pelaku industri tekstil, terutama bagi yang menggunakan
bahan baku dalam negeri, untuk bersikap optimis memanfaatkan peluang untuk
melakukan ekspor di tengah penguatan indeks dolar saat ini. Salah satu produk tekstil asal Indonesia yang telah
diekspor ke luar negeri, lanjutnya, ialah rayon. Selain bahan tersebut, ia
menuturkan bahwa Indonesia juga memiliki poliester sebagai komoditas tekstil
unggulan.
“Nah
saat sekarang rayon pun sudah diekspor ke China dan tentu itu karena sebagian
daripada produksinya tidak diserap di dalam negeri saja. Jadi harus kita
tingkatkan penggunaan rayon untuk di industri tekstil (dalam negeri),” ujar
Airlangga.
Melihat
peluang pengembangan industri tekstil tersebut, ia pun mengatakan bahwa para
pelaku industri tekstil tidak perlu takut tergusur oleh industri lain,
misalnya microchips. Ia menuturkan bahwa pengembangan industri microchips membutuhkan
keahlian yang berbeda dengan industri tekstil, sehingga sumber daya manusia
(SDM) yang dibutuhkan pun perlu dipersiapkan terlebih dahulu.
Airlangga
menyatakan bahwa dibutuhkan kualifikasi setara sarjana S1 bagi SDM di
industri microchips karena dibutuhkan kemampuan chip
design. “Awalnya harus menyediakan SDM dulu,
sekitar dua hingga tiga tahun untuk (persiapan) SDM,” imbuhnya.
Sebelumnya,
Kementerian Perindustrian juga menyatakan tidak menginginkan pemajuan beberapa
sektor industri seperti halnya elektronik dan microchips mengorbankan sektor tekstil dan
produk tekstil (TPT), sehingga menurunkan kontribusinya terhadap devisa negara. "Jangan sampai industri TPT disubstitusi dengan
industri elektronik dan industri pembuatan microchips karena industri tersebut
sama-sama penting. Jadi, salah satu jangan ada yang dikorbankan," ujar
Juru Bicara Kemenperin
Tags
Joko Widodo
