Presiden
Joko Widodo menekankan pentingnya penyiapan talenta dan bakat masa depan di
tengah perubahan dunia yang sangat cepat. Presiden menyebut bahwa pendidikan
harus dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masa kini dan masa depan. Demikian
disampaikan Presiden dalam sambutannya saat membuka Vokasifest dan
“Pendidikan
kita harus sesuai dengan kebutuhan masa kini dan masa depan, harus memecahkan
masalah, harus juga bisa memanfaatkan peluang, memanfaatkan opportunity yang
ada, perubahan dunia sekarang ini sangat-sangat cepat sekali, disrupsi
teknologi juga sangat cepat sekali,” ujar Presiden.
Oleh
karena itu, Kepala Negara mengapresiasi pendidikan vokasi dan kebijakan Merdeka
Belajar telah menunjukkan kerja sama yang konkret antara perguruan tinggi,
sekolah, dan industri untuk menjawab hal tersebut. Presiden pun menilai bahwa
hasil karya para siswa juga telah menunjukkan hasil yang nyata. “Hasil-hasil
karya yang ada itu konkret, nyata, tadi diperlihatkan, bus, apalagi,
aplikasi-aplikasi platform, kemudian tadi saya lihat di depan animasi-animasi
yang dihasilkan, dan banyak lagi,” ucap Presiden.
Selanjutnya,
Presiden Jokowi menekankan pentingnya berinovasi menciptakan cara baru dalam
mengembangkan talenta muda di Tanah Air. Presiden menilai bahwa pendidikan
tinggi dan vokasi juga memiliki peran penting dalam pengembangan iptek yang
relevan. “Yang bisa meningkatkan akses masyarakat untuk menikmati pendidikan
yang lebih baik,” lanjut Kepala Negara.
Selain
itu, Presiden Jokowi mengaku senang atas tingginya penerima Kartu Indonesia
Pintar (KIP) pada tahun 2023, serta beasiswa afirmasi pendidikan tinggi bagi
daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). “Saya senang penerima KIP kuliah
ini sudah mencapai 900 ribu pada tahun 2023. Ini lompatan yang sangat besar
sekali, dan juga beasiswa afirmasi pendidikan tinggi untuk pelajar dan
mahasiswa daerah 3T sudah mencapai 7.400,” ucapnya.
