Membanggakan! Airlangga: Lampaui Inggris, peringkat daya saing RI naik ke posisi 27

 


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan peringkat daya saing Indonesia berhasil menduduki posisi ke-27 dari 67 negara pada 2024, melampaui Inggris. Mengutip riset Institute for Management Development (IMD) World Competitiveness Ranking (WCR) 2024​​​​, p​eringkat daya saing Indonesia melampaui Inggris yang berada di posisi ke-28, Jepang (38), hingga India (39). Bahkan di kawasan Asia Tenggara, kata Airlangga, daya saing Indonesia menjadi tiga besar setelah Singapura (1), dan Thailand (25).

“Upaya Indonesia dalam mewujudkan cita-cita menjadi negara dengan ekonomi terbesar dunia semakin terbayarkan. Hal tersebut ditunjukkan dengan naiknya peringkat daya saing Indonesia sebanyak 7 tingkat pada tahun 2024 ini, tertinggi dalam 6 tahun terakhir,” kata Airlangga.

Airlangga menyebut hal ini menjadi pencapaian yang signifikan, mengingat pada tahun 2023 lalu, Indonesia masih berada di posisi ke-34. “Ini merupakan wujud konkret atas upaya Pemerintah dalam meningkatkan kemudahan berusaha dan menciptakan iklim investasi yang baik bagi para investor melalui implementasi Undang-Undang Cipta Kerja,” ujarnya.

Kenaikan peringkat daya saing tersebut didukung oleh peningkatan pada faktor efisiensi bisnis (dari peringkat ke-20 menjadi ke-14), efisiensi pemerintah (dari peringkat ke-31 menjadi ke-23), dan performa ekonomi (dari peringkat ke-29 menjadi ke-24). Meski demikian, Indonesia juga harus terus berfokus pada faktor Infrastruktur yang perlu semakin ditingkatkan.

Secara lebih rinci, kata Airlangga lagi, beberapa hal yang berhasil mendorong peningkatan di sisi efisiensi bisnis antara lain ketersediaan tenaga kerja (peringkat ke-2), manajemen perusahaan (peringkat ke-10), hingga perilaku masyarakat (peringkat ke-12). Kemudian, peningkatan dari faktor efisiensi Pemerintah yang naik 8 peringkat salah satunya tercapai berkat upaya Pemerintah dalam perundangan bisnis yang mengalami peningkatan peringkat dari ke-49 di tahun 2023 menjadi peringkat ke-42 di tahun 2024. Selanjutnya, faktor peningkatan kinerja ekonomi utamanya didorong oleh kuatnya ekonomi dalam negeri (peringkat ke-10) dan terjaganya tingkat harga (peringkat ke-12).

Post a Comment

Previous Post Next Post