Presiden
Joko Widodo (Jokowi) memastikan program bantuan pangan beras sebanyak 10
kilogram per bulan bagi masyarakat penerima manfaat akan berlanjut hingga
Desember mendatang. Pernyataan tersebut
ia sampaikan ketika meninjau stok beras dan menyerahkan bantuan cadangan pangan
pemerintah di Gudang Bulog Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi
Kalimantan Tengah, pada Kamis.
Dalam
sambutannya, Presiden Jokowi menanyakan kepada penerima manfaat apakah mereka
sudah menerima bantuan pangan dari Januari hingga Juni. "Januari sudah dapat? Februari sudah? Maret
sudah? April sudah? Mei sudah? Yang diterima ini Juni? Setelah Juni nanti
Agustus, Oktober, Desember. Sampai Desember diteruskan ya," kata Jokowi
Mengingat
program bantuan pangan ini dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
(APBN), Presiden menekankan pentingnya penghitungan cermat untuk memastikan
kecukupan dana. "Itu sudah kita
hitung-hitung di APBN diteruskan atau enggak.
APBN cukup enggak.
Karena ini duit triliunan,
gede banget. Beras
-10 kilogram per bulan untuk 22 juta masyarakat kita," katanya.
Presiden
Jokowi mengatakan bahwa Bulog memiliki stok beras yang mencukupi, dengan 1,7
juta ton tersedia secara nasional dan 1.500 ton khusus di Gudang Bulog Buntok. ”Berasnya dari mana? Berasnya dari Bulog. Bulog
stoknya cukup enggak?
Sekarang Bulog memiliki stok 1,7 juta ton. Di sini saja stoknya 1.500 ton,
bukan kilo lho,
ton," ungkap Presiden.
Mengenai
fluktuasi harga beras, Presiden menjelaskan bahwa saat ini harga pangan di
seluruh dunia naik akibat penurunan produksi. "Kenapa produksinya turun? Karena ada gelombang
kekeringan, gelombang panas yang panjang di negara-negara - lain, bukan hanya
Indonesia," papar Presiden Jokowi.
Karena
itu, pemerintah terus berupaya untuk menggenjot produksi agar naik, sehingga
harga beras turun. Namun, Presiden pun
menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepuasan petani dan
keterjangkauan harga untuk konsumen. "Pemerintah
harus menjaga keseimbangan yang tidak mudah, menjaga keseimbangan agar harganya
-membuat- petani senang, harga di pasar, masyarakat juga senang. Tetapi ya
itu enggak mudah,"
tutur Presiden Jokowi.
Tags
Joko Widodo
