Arsitektur istana wakil presiden di Kota
Nusantara, ibu kota baru Indonesia yang dibangun di Kecamatan Sepaku, Kabupaten
Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, mengusung konsep "huma
betang umai". "Huma betang umai" merupakan bahasa Dayak, suku
asli di Kalimantan Timur, yang bermakna ibu sebagai pengayom, pelindung,
pemberi, dan pemelihara, jelas arsitek istana wakil presiden, Daliana
Suryawinata, di Penajam, Senin.
Menurut dia, bangunan di kawasan ibu kota
baru Indonesia membutuhkan tipologi yang berakar dari arsitektur tradisional,
dan arsitektur tradisional Indonesia kaya dengan rumah panggung. "Jadi
konsep rumah panggung dan panjang diangkat menjadi konsep istana wakil
presiden," ujarnya usai peletakan batu pertama tanda dimulainya
pembangunan istana wakil presiden.
Konsep rumah
panggung dan panjang merupakan ciri khas di Pulau Kalimantan, yaitu di Provinsi
Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Konsep arsitektur
rumah panggung dan panjang sangat penting untuk berada di atas puncak bukit
dengan atap besar yang diterjemahkan sebagai ibu yang menaungi, sementara di
bagian atap diisi oleh panel energi matahari untuk memenuhi kebutuhan energi
bangunan. Istana wakil presiden juga mengusung konsep pendingin hibrida sebagai
pendingin udara hemat energi yang memaksimalkan sirkulasi udara silang.
Orientasi
bangunan mengikuti arah matahari sumbu barat dan timur yang dapat mengurangi
pemanasan pada bangunan, yang membuat energi pendingin bangunan jadi berkurang.
"Jadi bangunan di Kota Nusantara hemat energi dan tidak konsumtif, itu
penting untuk lingkungan, kesehatan pengguna, bangunan, serta kenyamanan,"
kata Daliana Suryawinata.
