Kepala
Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara
(IKN), yang merupakan proyek super prioritas, membutuhkan kerja ekstra serta
kolaborasi yang baik antarkementerian dan lembaga, mulai dari mematangkan
persiapan hingga pengawalan.
Mantan
Panglima TNI periode 2013-2015 itu juga menekankan bahwa pemerintah berkomitmen
untuk menggunakan pendekatan komunikasi partisipatif, guna memastikan seluruh
pemangku kepentingan dapat berperan dalam proses pembangunan yang
diperkirakan akan memakan waktu hingga 20 tahun.
Direktur
Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Kemaritiman Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Septriana Tangkary sependapat.
Ia menegaskan bahwa strategi komunikasi yang baik sangat penting untuk
keberhasilan pembangunan IKN. Apalagi, proyek sebesar ini melibatkan banyak
aspek kompleks, mulai sosial, geografis, sampai politik. Oleh karenanya,
komunikasi yang efektif menjadi kunci untuk mencapai tujuan pembangunan.
Peran
vital komunikasi dalam konteks IKN semakin
menguat menjelang transisi pemerintahan dari Joko Widodo dan Ma’ruf Amin ke
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden
terpilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Staf
Khusus Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara
(OIKN), Troy Harrold Pantouw, menyatakan bahwa sejak awal, pihaknya telah
menyusun berbagai strategi komunikasi dengan memetakan situasi IKN secara menyeluruh. “Kami memberikan pemahaman bahwa IKN dibangun melalui proses komunikasi, koordinasi, konsolidasi,
serta kolaborasi,”ujarnya