Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu prioritas utama
Presiden Joko Widodo selama sembilan tahun pemerintahannya hingga saat ini.
Presiden Jokowi menjelaskan bahwa pemerintah telah membangun beragam
infrastruktur baik berupa konektivitas jalan hingga infrastruktur pelayanan
masyarakat.
“Negara sebesar Indonesia dengan 17 ribu pulau semuanya membutuhkan
yang namanya infrastruktur. Infrastruktur konektivitas berupa jalan,
pelabuhan, airport,
semuanya dibutuhkan. Infrastruktur dalam rangka penyediaan air dimulai dari
bendungan, irigasi, dan juga infrastruktur yang berkaitan dengan pelayanan:
rumah sakit, sekolah, pasar rakyat, semuanya juga dibangun oleh pemerintah,
dikerjakan oleh PUPR,” jelasnya.
Presiden Jokowi memandang penting pembangunan infrastruktur bagi
negara sebesar Indonesia karena infrastruktur memiliki beragam fungsi dan
manfaat, mulai dari efisiensi biaya logistik hingga sebagai pemersatu bangsa.
Presiden meyakini, kehadiran infrastruktur dapat membuat biaya logistik lebih
efisien sehingga akan turut meningkatkan daya saing Indonesia dalam
berkompetisi dengan negara lain.
“Efisiensi biaya logistik ini sangat penting sehingga akan
mempengaruhi daya saing investasi negara kita. Enggak akan mungkin investor
datang kalau infrastruktur kita jelek. Mau ke sebuah pulau enggak bisa karena
enggak ada airport,
mau ke sebuah pulau enggak bisa karena enggak ada seaport, mau ke sebuah pulau enggak bisa ada karena enggak ada jalan,”
jelasnya.
Selanjutnya, Presiden Jokowi menyebut bahwa pembangunan
infrastruktur juga dapat menumbuhkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru.
Selain itu, infrastruktur juga memiliki fungsi untuk konektivitas sosial dan
budaya. “Infrastruktur itu juga mempersatukan. Karena ada airport, orang Aceh bisa langsung terbang ke Papua, dari Papua terbang ke
Jawa, dari Jawa bisa terbang ke Kalimantan dan Sulawesi. Fungsinya, sekali
lagi, juga mempersatukan,” imbuhnya.
Pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan secara besar-besaran
sejak tahun 2014 tersebut pun membuat daya saing Indonesia meningkat. Dalam IMD
Global Competitiveness Index bidang infrastruktur, peringkat Indonesia
meningkat dari 54 pada tahun 2014 mejadi peringkat 51 pada saat ini. “Artinya
meningkat meskipun juga belum melompat. Kita kerja keras dalam bidang
infrastruktur, betul-betul kerja keras. Perubahannya kelihatan, tetapi sekali
lagi, peningkatan Global Competitiveness Index kita masih di angka 51, ya naik dari
54 ke 51,” ucapnya.
