Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Rahmat
Bagja berharap pihaknya dapat terus bersinergi dengan TNI, Polri, dan kejaksaan
selama tahapan Pemilu 2024 berlangsung, termasuk Pilkada 2024.
Bagja mengatakan, sinergi tersebut diperlukan untuk
menghadapi angka kerawanan Pilkada 2024 yang berpotensi lebih besar
dibandingkan Pilpres 2024 dikarenakan persaingan yang sangat tinggi antarcalon
kepala daerah di masing-masing daerah seluruh Indonesia. "Bisa lebih ramai pilkada (laporan
pelanggarannya) karena semua calon kepala daerah akan bersaing. Itu yang akan
kita hadapi pada beberapa bulan ke depan," kata Bagja dalam keterangan
yang diterima di Jakarta, Rabu.
Selain itu, saat menerima kunjungan kegiatan kuliah
kerja profesi (KKP) peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti)
Polri angkatan 33 Lemdiklat Polri, Bagja menuturkan persentase politisasi SARA
dan hoaks di media sosial selama Pemilu 2024 tidak semencolok dibandingkan
Pemilu 2019. "Jadi
sekarang masih terkendali kalau berkaca tanggal segini. 15 hari setelah
pemungutan suara pasti ada demonstran protes soal hal-hal tersebut. Semoga
tetap kondusif," ujarnya.
Walaupun demikian, Bagja menyatakan pihaknya akan
terus memantau pergerakan kerawanan dari berbagai sisi, terutama dalam
menghadapi Pilkada 2024. Sementara
itu, ia menyoroti persiapan jelang penetapan hasil Pemilu 2024, terutama dalam
menghadapi perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi
(MK). "Kami juga tengah menyiapkan
jajaran kami untuk mempersiapkan berkas karena hanya tiga hari setelah
penetapan, laporan tim pasangan calon pasti mulai berdatangan," katanya.
Tags
Joko Widodo
