Pemerintah
Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi dalam negeri bisa solid di 2024. Meskipun
ekonomi global periode 2024-2025 diprediksi mengalami ketidakpastian.
"Hingga
saat ini Indonesia masih dihadapkan berbagai risiko ketidakpastian global.
Ekonomi global di tahun 2024-2025 diproyeksikan masih di bawah tren jangka
panjang. Demikian halnya untuk inflasi, meskipun menurun, namun inflasi global
masih di level yang tinggi," kata Sekretaris Kementerian Koordinator
Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam keterangan tertulis, Jumat
(1/3/2024).
"Meski
demikian, sejumlah capaian perekonomian Indonesia di tahun 2023 lalu telah
menunjukkan kinerja ekonomi yang solid. Hal tersebut juga didukung oleh
indikator utama makroekonomi yang secara konsisten terus menunjukkan
peningkatan. Capaian tersebut tentunya mampu membangun optimisme Indonesia
untuk perekonomian yang lebih baik di tahun 2024," sambungnya.
Hal
itu diungkapkan olehnya saat mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Airlangga Hartarto untuk menyampaikan keynote speech pada CNBC Indonesia
Economic Outlook 2024 yang mengusung tema "Year of Optimism" di Ritz
Carlton Jakarta Pacific Place, Jakarta Selatan, Kamis (29/2/2024).
Dia
mengatakan optimisme tersebut terbentuk karena Indonesia mengalami pertumbuhan
ekonomi yang tergolong baik di tahun 2023 lalu. Secara angka pada 2023,
Indonesia mampu tumbuh sebesar 5,05% (yoy), lebih tinggi dari angka consensus
forecast sebesar 5,03%.
Lebih
lanjut, dia menjelaskan permintaan domestik, industri pengolahan, dan
perdagangan menjadi sumber utama pertumbuhan tersebut. Selain itu, pertumbuhan
Konsumsi LNPRT juga turut melejit seiring masa kampanye Pemilihan Umum. Inflasi
umum Indonesia sebesar 2,57%, cukup terkendali dan terjaga di rentang sasaran
(2,5±1%). Dalam 5 tahun terakhir, inflasi Indonesia cukup terkendali, berada di
bawah rata-rata negara ASEAN-5, negara berkembang, dan negara maju.
"Kalau
kita lihat inflasi umum kita, secara umum inflasi kita masih lebih rendah
dibandingkan 20 negara G20. Indonesia dengan angka 2,57 itu masih jauh lebih
rendah dibandingkan dengan negara anggota G20. Namun, untuk volatile food, ini
menjadi concern bersama. Ini kira-kira potret inflasi kita. Dua komponen utama,
pertumbuhan dan inflasi. Kira-kira sinyalnya ke depan kita masih sangat optimis
sekali," tuturnya.
